Kabupaten Bogor

Antisipasi Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 Pemkab Bogor Perpanjangan Penggunaan Pusat Isolasi Kemang

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus gelombang ketiga Bupati Bogor memperpanjang penggunaan Pusat Isolasi Terpadu di Wisma BPSDM Kemendagri

Penulis: Hironimus Rama | Editor: murtopo
Tribunnewsdepok.com/Hironimus Rama
Pemkab Bogor menandatangani perpanjangan kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  tentang pinjam pakai tanah dan bangunan di Kemang pada Selasa (28/9/2021). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, KEMANG - Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor saat ini terus melandai.

Meskipun demikian, belum bisa diketahui kapan wabah virus Corona ini akan berakhir.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus gelombang ketiga Bupati Bogor memperpanjang penggunaan Pusat Isolasi Terpadu (ISOTER) di Wisma BPSDM Kemendargri, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Penandatanganan perpanjangan kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)  tentang pinjam pakai tanah dan bangunan ini dilakukan di Kantor BPSDM Kemendagri Jakarta Selatan, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Kunjungi Kabupaten Bogor, Kanwil DJP Jabar III Siap Bantu Tingkatkan Penerimaan Pajak Daerah

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan perpanjangan kerjasama Pusat Isoter dilakukan sebagai upaya optimalisasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, Pusat Isoter Kemang beserta fasilitasnya sudah kita gunakan berjalan 2 tahun untuk menangani pasien Covid-19," kata Ade di Cibinong, Selasa (28/9/2021).

"Alhamdulilah masyarakat kami yang terpapar Covid-19 bisa sembuh setelah dilakukan perawatan di Pusat Isoter, salah satunya Pusat Isoter Kemang," imbuhnya.

Perpanjangan pemakaian wisma ini dilakukan sebagai antisipasi karena menurut para pengamat mungkin akan ada gelombang 3 Covid-19.

Baca juga: RSUD Ciawi Hadirkan Layanan Bogor Pain Center bagi Penderita Nyeri, Bisa Layani Pasien BPJS

"Mudah-mudahan ini tidak terjadi, semakin kosong keterisian Pusat Isoter, itu jadi harapan kami, mudah-mudahan terus melandai kasusnya,” ungkap Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan bahwa Pusat Isoter Kemang sudah sesuai dan memenuhi syarat yang ditetapkan serta dikonsultasikan dengan Kemenkes RI, bahkan sudah sesuai dengan klasifikasi Rumah Sakit Kelas D.

Berpedoman aturan Kemenkes tentang klasifikasi rumah isolasi,  pusat isoter di Kemang ini bisa disetarakan dengan rumah sakit, karena fasilitasnya sudah lengkap, ada tempat Hepa Filter, ruang ICU, oksigen, ruang UGD dan lainnya.

“Pasien OTG bisa dibawa kesana, karena sudah ada layanan farmasi dan labotarium dengan total kapasitas 84 tempat tidur dan bisa menginap di situ semua," paparnya.

Baca juga: Percepat Program Vaksinasi Covid-19, Tim Srikandi Pemburu Vaksin Kota Bogor Sambangi Warga

Menurut Ade, pasien OTG minimal harus 14 hari di pusat isoter. Tetapi kalau kondisi membaik, 10 hari bisa pulang. Sedangkan jika kondisinya memburuk maka dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Alhamdullilah alumni dari sini tidak ada yang meninggal. Jadi yang meninggal itu biasanya telat di bawa ke rumah sakit lalu memang sudah terserang paru-parunya,” terangnya.

Kepala BPSDM Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan penandatangan perpanjangan kerjasama ini merupakan kali ketiga untuk penggunaan Pusat Isoter Oktober-Desember.

“Dengan kasus yang terus melandai, mudah-mudahan pandemi segera berakhir. Meskipun tidak ada satupun yang tahu pandemi ini kapan berakhirnya," tutur Teguh.

"Perpanjangan kerjasama ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Jika pandemi telah berakhir tempat itu bisa digunakan kembali sebagai pusat pelatihan bagi para ASN, juga sebagai pusat pendidikan, dan pengajaran,” tandasnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved