Viral Media Sosial
Bela Muhammad Kece, Ferdinand Minta Polisi Abaikan Alasan Agama yang Dipakai Irjen Bonaparte
Bela Muhammad Kece, Ferdinand Hutahaen Minta Polisi Abaikan Alasan Agama yang Dipakai Irjen Bonaparte
Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA - Kasus penganiayaan yang diakukan Irjen Pol Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kosman alias Muhammad Kece viral di media sosial.
Jenderal Polisi Bintang dua itu bukan saja melakukan penganiayaan, namun juga melumuri tersangka kasus penistaan agama itu dengan kotoran manusia.
Bonaparte sendiri mengaku secara sadar melakukannya karena alasan agama.
Bonaparte tak terima agama yang dipeluknya, yakni agama Islam dipermainan Muhammad Kece alias Muhamad Kosman.
Sikap bela agama yang disampaikan Irjen Bonaparte membuatnya memperoleh dukungan sejumlah netizen, selain kecaman dari netizen lainnya.
Baca juga: Muhammad Kece Dianiaya, PBHM: Karena Napoleon Dibiarkan Miliki HP di Dalam Rutan Bareskrim
Baca juga: Dirtipidum Benarkan Irjen Napoleon Bonaparte Pukuli dan Lumuri Wajah M Kece dengan Kotoran Manusia
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berharap polisi mengabaikan alasan agama dalam kasus penganiayaan M Kece oleh Napoleon Benaparte.
“Terkait peristiwa dugaan penganiayaan kpd M Kece oleh Napoleon Bonaparte, bg sy itu kekerasan yg dilakukan olh tahanan kpd tahanan lainnya," tulis Ferdinand dalam akun twitternya @FerdinandHaean3.
"Sebaiknya jgn diseret2 lbh jauh ke perbedaan agama meskipun Napoleon melakukannya dgn alasan agama,” tambahnya.
Dirinya pun mempercayakan penanganan kasus tersebut kepad Polri.
Ferdinand mengaku percaya Polri akan bekerja serius dan profesional terkait kasus penganiayaan Muhammad Kece.
"Percayakan kpd Polri penanganan KEKERASAN dan PENGANIAYAAN yang diduga dilakukan oleh Napoleon Bonaparte terhadap M Kece," ungkap Ferdinand.
"Polri PASTI akan mengusut perkara tersebut dan tidak akan membiarkannya. Kita percaya Kapolri dan jajarannya akan bersikap profesional..!," jelasnya.
Akui Penganiaya Terhadap Muhammad Kece
Terlihat memelas dengan beberapa lebam dan bengkak pada bagian wajahnya, potret Muhammad Kosman alias Muhammad Kece beredar luas di media sosial.
Potret pelaku penistaan agama itu pun viral di medsos beberapa hari belakangan.
Muhammad Kece pun melaporkan sejumlah rekan sesama tahanan di Rutan Bareskrim Polri, termasuk Irjen Pol Napoleon Bonaparte.
Terkait hal tersebut, Irjen Napoleon membuat surat terbuka tentang ramainya pemberitaan tentang dugaan penganiayaan yang dilakukan dirinya.
Napoleon mengaku bahwa dirinya memang menghajar Kosman.
Meski demikian, ia punya alasan yang bersifat sangat pribadi.
Ia tidak rela agama dan Rasulullah SAW dihina oleh Kosman.
Napoleon bahkan bersumpah, akan melakukan tindakan apapun demi membela agamanya.
Baca juga: Sebut Penembakan Ustaz Diduga Pembunuhan Berencana, Reza Indragiri Amriel: Berarti Ada Dalangnya
Paparkan Hasil Pemeriksaan
Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan hasil pemeriksaan kasus penganiayaan yang dialami Kosman oleh sesama tahanan.
Menurut Brigjen Andi Rian, selain memukulinya, Napoleon Bonaparte melumuri Muhammad Kece dengan kotoran manusia.
Baca juga: Muhammad Kece Dianiaya, PBHM: Karena Napoleon Dibiarkan Miliki HP di Dalam Rutan Bareskrim
Baca juga: Pakar Psifor Duga Muhammad Kece Dramatisasi Penganiayaan Dirinya atau Partial Malingering
Brigjen Andi Rian menambahkan, bahwa kotoran manusia tersebut sudah dipersiapkan terlebih dahulu oleh pelaku sebelum menganiaya korban.
"Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku," kata Brigjen Andi dikutip dari Komps.tv Minggu (20/9/20221).
Andi mengatakan, peristiwa Napoleon Bonaparte melumuri Muhammad Kece dengan kotoran manusia itu terjadi pada hari yang sama ketika korban mengalami penganiayaan di sel isolasi.
"Iya, sambil memukul juga melumuri kotoran manusia," ucap Brigjen Andi.
Baca juga: Anies Sebut Dunia Tercengang Melihat Kerja Kolosal di Indonesia dalam Penanganan Covid-19
Adapun kotoran manusia yang sudah dipersiapkan pelaku, kata Andi, disimpan di kamar selnya.
Berikut pernyataan lengkap Napoleon yang ditulis dalam surat terbuka tersebut:
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air.
Sebenarnya saya ingin berbicara langsung dengan saudara-saudara semua, namun saat ini saya tidak dapat melakukannya.
Terkait simpang-siurnya informasi tentang penganiayaan terhadap Kace, dapat saya jelaskan sebagai berikut:
1. Alhamdulillah YRA, bahwa saya dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan dalam ketaatan agama Islam yang rahmatan lil alamin
2. Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya
3. Selain itu, perbuatan Kace dan beberapa orang tertentu telah sangat membahayakan persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia
4. Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini pemerintah belum juga menghapus semua konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu
5. Akhirnya, saya akan mempertanggung jawabkan semua tindakan saya terhadap Kace apapun risikonya
Semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, dan hidup rukun sebagaimana yang ditauladani oleh para pendiri bangsa kita.
Hormat dan Salamku
Napoleon Bonaparte alias Napo Batara
Inspektur Jenderal Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/depok/foto/bank/originals/Ferdinand-Hutahaean.jpg)