Kebakaran Lapas Tangerang

Banyak Lapas Kelebihan Kapasitas, Mahfud MD Bakal Bangun Lapas Baru

Banyak Lapas Kelebihan Kapasitas, Mahfud MD Bakal Bangun Lapas Baru. Berikut Selengkapnya

Editor: Dwi Rizki
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Menkopolhukam Mahfud MD, dalam konfrensi pers saat memantau langsung situasi terkini Lapas Kelas I Kota Tangerang, yang terbakar dini hari tadi. 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG - Kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang disoroti langsung Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Dirinya yang memantau langsung lokasi kebakaran pada Rabu (8/9/2021) dini hari itu menjelaskan, pemerintah tengah membahas pembangunan lembaga pemasyarakatan (Lapas) baru.

Tujuannya agar lapas kelebihan kapasitas narapidana seperti yang terjadi pada Lapas Kelas I Tangerang tidak kembali terjadi.

Baca juga: Sanjung Teknologi Pabrik Vaksin China di Pulogadung yang Setara Pfizer, Menko Luhut: Luar Biasa

Baca juga: Dalami Unsur Pidana Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Periksa 20 Saksi

Pasalnya, ia menilai kondisi lapas- lapas yang ada di Indonesia saat ini sudah melebihi daya tampung atau over kapasitas.

"Berkaca pada musibah kebakaran di Lapas Kelas I Kota Tangerang ini yang memang sudah over capacity. Tadi Pak Yassona bilang, di sini overnya itu sampai 400 persen," ujar Mahfud MD, Rabu(8/9/2021).

"Satu kamar yang tidak terlalu luas itu isinya bisa 20-30 orang. Terus, terakhir saya ke Pasuruan, di sana ada satu kamar lapas kecil, yang isinya sampai 40 orang," sambungnya.

Baca juga: Anaknya Jadi Korban Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Angel: Tahun Depan Anak Saya Bebas

Mahfud menambahkan, hal ini sudah lama menjadi sorotan bagi pemerintah, sejak tahun 2004 silam, ketika dirinya sudah menjadi anggota DPR.

Namun, rencana penambahan dan pembangunan lapas baru itu, selalu mendapat kendala setiap pembahasan yang dilakukan oleh pemerintah dan DPR.

"Sudah sejak tahun 2004 lalu dibicarakan terus tentang pembangunan lapas baru, tapi selalu tidak jadi, karena pertimbangan anggaran ini dan itu," kata Mahfud.

Baca juga: Anies Baswedan Untimatum Pelaku Usaha yang Langgar Prokes, Akan Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

Kemudian Mahfud melanjutkan, pihaknya akan fokus ke pembangunan lapas baru, dengan melakukan pembahasan bersama dengan Kemenkumham.

Oleh karena itu Mahfud mengusulkan, pembangunan lapas sebaiknya dibuat di tanah yang merupakan aset dari kasus BLBI.

Sebab, Mahfud mengakui bahwa untuk melakukan pembangunan lapas, memang membutuhkan sejumlah anggaran dan juga luas tanah.

Baca juga: Setelah Mural Dihapus, Kini Poster Dirampas, Roy Suryo: Rakyat Sampaikan Aspirasi malah Ditangkap

"Saya katakan, saya cari tanahnya, Anda perlu berapa ribu hektare. Saya sudah bicara dengan Kemenkeu tentang, tanah-tanah BLBI yang sekarang kami kuasai itu," terang Mahfud.

"Nanti lembaga permasyarakatan butuh berapa ribu hektar tanah untuk bangun lapas di seluruh Indonesia," ucapnya.

Menurut Mahfud penggunaan lahan BLBI yang disarankannya ini, lebih baik untuk lokasi pembangunan lapas, daripada dirampas oleh obligor BLBI.

Baca juga: Sosok Haji Lulung, Seteru Besar Ahok yang Pilih Hengkang usai PAN Merapat ke Pemerintah

"Dan itu tidak terlalu sulit dan tinggal kami cari anggarannya," tutup Mahfud MD.(m28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved