Kabupaten Bogor

Uji Coba PTM di Kabupaten Bogor, Begini Cara SMPN 2 Cibinong Siasati Jam Belajar

Dalam uji coba PTM ini, SMPN 2 membagi peserta dalam 10 kelas dengan jumlah 10 orang setiap kelas.

Editor: murtopo
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Cibinong Aris Riswanda 

Selama seminggu ke depan, SMPN 2 Cibinong memberi kesempatan bagi sebagian murid Kelas 9 (Kelompok A). Sebagiannya akan mengikuti PTM minggu depan (Kelompok B).

Baca juga: Hari Pertama Gebyar Vaksinasi, Warga Berjubel Antre Vaksin di Kecamatan Cimanggis Depok

Sementara untuk kelas 7 dan 8, PTM akan menyusul dengan melihat perkembangan situasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari Bupati Bogor.

Terkait persiapan untuk pelaksanaan PTM, Aris mengatakan SMPN 2 Cibinong sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri, baik dari sisi penerapan prokes maupun sistem pembelajaran.

"Kami telah siapkan sarana prasarana untuk penerapan prokes ini seperti tempat cuci tangan dan handsanitizer di setiap kelas. Pengaturan tempat duduk juga dibuat silang supaya tidak penuh," paparnya.

Sekolah juga sudah membentuk Satgas Covid-19 internal untuk mengawasi penerapan prokes.

"Berdasarkan instruksi dari Menteri Pendidikan dan  Bupati Bogor, protokol kesehatan ini harus ketat dilaksanakan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker," tambahnya.

Baca juga: Gelar Gebyar Vaksinasi Massal, Pemkot Depok Targetkan Vaksin 1.000 Orang per Hari

Untuk penerapan protokol kesehatan, setiap anak akan dicek suhunya di pintu masuk dengan thermogun. Lalu sebelum masuk kelas cuci tangan dengan hand sanitizer.

"Murid harus dipastikan sehat saat datang ke sekolah. Kalau suhu dibatas 37,5 derajat atau kurang fit maka disuruh pulang ke rumah," tutur Aris.

Saat istirahat, lanjut dia, anak tidak boleh keluar dari ruangan. Mereka juga diminta bawa bekal dari rumah dan makan di ruang kelas.

"Begitu selesai jam belajar, siswa langsung pulang. Tidak boleh nongkrong," tegasnya.

Aturan serupa juga diterapkan di SMPN 1 Bojonggede. Namun untuk sistem pembelajaran, sekolah ini menerapkan sistem bergantian (shift).

Baca juga: Vaksinasi Keluarga Diluncurkan, Bidan Praktek Mandiri di Kabupaten Bogor Kini Bisa Layani Vaksinasi

"Kami akan membagi siswa-siswi dalam dua shift yaitu pagi dan siang," ungkap Kepala SMPN 1 Bojonggede Tri Rahayu.

Selain itu, sekolah juga masih menerapkan blended learning antara PTM dan sekolah daring.

"Siswa yang tidak kebagian jadwal PTM bisa mengikuti pembelajaran daring," ungkapnya.

SMPN 1 Bojonggede mengalokasikan waktu 2 jam untuk satu sesi pembelajaran.

"Tentu ini tidak efektif dari sisi knowlegde. Karena itu, kita fokus pada sentuhan karakter. Pengetahuan kan bisa didapatkan dari mana saja," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved